Qolamul Hasna

From Small Things…


Ucapkan selamat datang pada semester baru. Perbaiki kesalahan, luruskan tujuan, rangkai kembali niat yang tercerai berai, dan sebarkan kemanfaatan.

Merangkai niat itu gampang-gampang susah. Sama ketika kita menyusun sebuah jadwal masa depan, banyak pertimbangan, banyak perhitungan. Niat bukanlah sesuatu yang sederhana, ia adalah motor penggerak utama. Niat bukan hanya sekedar ucapan maupun perbuatan, ia juga diyakini dalam hati dan diterapkan dengan penuh kesungguhan.

Niat itu datang dari hati. Sama seperti saat kita memilih untuk membenci atau mencintai. Niat yang baik dan benar layaknya seorang manusia yang menanam benih cinta, sedangkan niat yang salah akan menumbuhkan perasaan tidak nyaman bahkan kebencian.

Niat adalah kuncinya. Kunci utama yang akan menentukan macam sikap, perilaku, dan perbuatan kita. Sebagaimana hadist pertama dari Hadits ‘arbain mengatakan,

“Sesungguhnya semua amal perbuatan tergantung dari niatnya”

***

Semester baru akan segera tiba. Suasana baru, semangat baru, dosen baru, kelas baru, semua telah menunggu. Ibarat sebuah game, kita akan menuju ke level yang lebih tinggi. Musuh lebih tangguh, tantangan yang juga lebih ampuh. Oleh sebab itu, kita pun juga harus meningkatkan level. Senjata yang lebih handal, persiapan yang lebih matang, dan juga persiapan fisik serta mental.

Mungkin di level sebelumnya kita pernah jatuh, kita merasakan sakitnya jatuh, kita begitu kecewa, kita begitu menyesal. Maka, coba lihat kembali niat kita. Dasar dari segala usaha dan doa kita.

Sudah benar dan baikkah ia?

***

Seorang mahasiswa belajar dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan bekal untuk masa depan. Jika ia hanya meniatkan belajar untuk mendapatkan nilai yang terbaik, menjadi mahasiswa terpintar, menjadi aktivis yang terpopuler, maka, ketika ia ‘jatuh’ dan belum mampu meraihnya, pasti akan sangat sakit rasanya.

Berbeda dengan seorang mahasiswa yang juga bersungguh-sungguh untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan bekal untuk masa depan namun tidak menjadikan nilai, popularitas, dan penghargaan sebagai tujuan utamanya, maka, saat ia merasakan jatuh, ia tak pernah mengeluh, selalu bersyukur, dan segera bangkit kembali, merangkai mimpi.

Apa perbedaannya?

Perbedaannya ada pada niatnya.

Niat yang baik dan benar, pun jua besar.

Jika kita telah memiliki niat yang seperti itu, nilai, penghargaan, pujian, popularitas, bukanlah sesuatu yang sulit untuk didapatkan, saat semua perbuatan kita diniatkan untuk menebar kemanfaatan, secara otomatis, tanpa kita minta, tanpa kita sadari, kita akan mendapatkan semuanya. Dan ingat! saat niat kita sudah baik dan benar, semua yang kita lakukan pun telah dihitung menjadi amalan-amalan kebaikan.

nikmat bukan? ^__^

***

Jadi, jika sekarang kita merasa begitu kecewa dan menyesal dengan hasil yang telah kita dapatkan, tanyakan pada hati apa niat kita, perbaiki, dan rangkailah niat kembali. Niat yang baik, benar, dan juga besar. Niat yang hebat, niat yang menebar manfaat.

Semangat Dahsyat!





Leave a Comment