Besar belum tentu benar
Benar akan menjadikan besar
tapi,
Benar tak peduli kecil maupun besar
sedangkan besar,
selalu dilihat keBENARannya
walaupun tidak terlalu besar.
Merasa tergelitik dengan sebuah status dari seorang sahabat di sebuah jejaring sosial. Beliau menulis tentang kebesaran sebuah cita-cita akan terasa hampa jika tanpa diiringi sebuah kebenaran dari niat yang ingin dituju. Intinya, cita-cita yang besar tidak akan ada gunanya jika tidak diiringi dengan niat yang benar.
Sekedar ingin membagi kembali dan mencoba mengungkapkan dengan bahasa sendiri.
Berbicara tentang cita cita yang besar, secara pribadi pikiran ini kembali ke masa-masa saat masih duduk di sekolah menengah atas, tepatnya di tahun ketiga, tahun terakhir, tahun penentuan.
Mengapa?
Karena di masa itu, ada sebuah cita-cita besar yang terpikirkan, cita-cita yang besar dan cukup besar sampai sang pemimpin cita-cita itu tak mampu untuk merangkulnya hingga akhirnya ia-(cita-cita)-melayang entah kemana. Namun, bukan masalah jikalau pada akhirnya cita-cita yang cukup besar itu akhirnya melayang karena masalah yang muncul sekarang adalah sebuah pertanyaan.
“Sudah benarkah cita-cita yang dulu diimpikan itu?”
“Apakah mungkin cita-cita itu dulu belum memiliki kebenaran sehingga pada akhirnya ia melayang?”
***
Cita-cita yang besar mungkin sangat mudah dibayangkan oleh kita. Jikalau kita diberi kesempatan untuk menyebutkan cita-cita yang besar pasti dengan cepat kita menjawabnya. Namun, cita-cita yang benar tak semua orang mengetahuinya.
Cita-cita yang besar berasal dari pikiran, pikiran mendapatkannya dari apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, apa yang kita rasakan. Kita memandang bahwa menjadi seorang pengusaha, pilot, astronot, dokter, presiden adalah cita-cita yang besar.
Cita-cita yang benar berasal dari hati. Sebuah niat yang tulus dan keinginan yang tinggi untuk menjadikan cita-cita tak hanya sekedar besar namun juga membawa kemanfaatan. Kemanfaatan yang tak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk orang-orang sekitar. Cita-cita yang benar tak selalu berupa cita-cita yang besar, namun cita-cita yang benar mampu membuat orang menjadi besar.
Orang yang memiliki cita-cita besar tanpa niat yang benar akan terlihat sangat kecil dibandingkan dengan orang yang biasa-biasa saja namun memiliki niat yang benar dalam meraihnya.
***
Sekarang, marilah kita bertanya pada diri kita sendiri. Sudah BENARkah cita-cita kita? Benar dilihat dari niatnya. Mengapa kita berusaha untuk menggapainya? mengapa kita bersedia bersusah payah menjadi sarjana untuknya (cita-cita)?
Dan… jikalau kita telah menemukan jawabannya, maka tegakkan tekad, bangkitkan semangat, jalan masih panjang, dan setan senantiasa menghadang. Hadapi dan jalani pilihan yang telah kita mantabkan dalam hati, jalan tak selamanya lurus, namun doa dan usaha akan menjadikannya mulus.
Namun, apabila jawaban tak kunjung kita temukan. Bertanyalah pada hati, cari tujuannya dan tanamkan dalam naluri. Niatkan dengan pasti, genggam, dan jalani.
Seperti sebuah hadist mengatakan :
“Sesungguhnya semua bergantung pada niatnya”
Maka, perbaiki niatnya, luruskan jalannya.
***
BESAR belum tentu BENAR
BENAR akan menjadikan BESAR





